Tahukah Bahwa Dunia Anak Yatim Piatu Itu Adalah Duniaku

Tahukah Bahwa Dunia Anak Yatim Piatu Itu Adalah Duniaku

“Mas, nanti kalau sudah menikah lalu ada rezeki berlebih, kita mengangkat anak yatim piatu ya? Bukankah pada mereka ada perlindungan Allah di hari akhir?” Pinta seorang perempuan pada lelakinya yang terbentang jarak yang jauh di antara mereka.

“Buat apa dek? Bukankah sebaiknya kita mengurusi keluarga kita sendiri saja dulu. Ini saja kita sudah kerepotan. Biaya pendidikan tidak murah, juga biaya kalau sakit dan rawat inap di rumah sakit. Hidup semakin lama semakin mahal, dek.

Biar mereka para anak yatim piatu itu diurus yayasan yatim piatu. Kita cukup menyumbang mereka kalau ada rezeki berlebih. Kita bukan orang kaya, dek..” Jawab lelakinya.

Sunyi. Tiada jawaban dari perempuan itu. Hape ditangannya baru saja dimatikannya. Perempuan itu menangis dan sedih. Hatinya terluka. Sangat teriris oleh jawaban barusan. Lelaki yang baru saja menjawab itu tidak tahu betapa cintanya perempuan itu pada dunia anak yatim piatu. Dia tidak tahu bahwa perempuan itu besar disana dan tahu betul betapa merindunya mereka pada kasih sayang orang tua bertahun-tahun hingga sepasang suami istri berhati emas mengangkatnya sebagai anak dan mendidiknya penuh kecintaan. Perempuan itu masih tetap berada dalam kegelisahan dan kebimbangan hati dengan kemana dia akan pergi membawa cintanya.

Dan diam-diam dia membenarkan nasehat sederhana bahwa pernikahan adalah pertaruhan keyakinan kita (lagi) kepada Allah, kepada sesama dengan cinta, jalan hidup dan segala prasangkanya kepadaNya. Pada akhirnya adalah tentang prasangka kita sendiri kepada Allah urusannya.

~ IH 23052013 — bumi Depok – sebab Cinta adalah Hidup

 

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply