Sabar dan Pijakannya

Sabar dan Pijakannya

Sabar dan Pijakannya

Tere Liye·28 Agustus 2016

Sabar itu pijakannya ada tiga:

1. Kuatnya prinsip
Barangsiapa yang hendak bersabar, inilah pijakan yang pertama. Jika kita tidak punya prinsip yang kuat, kokoh, maka tidak akan pernah bisa dimulai pijakan yang lainnya. Tapi jika prinsipnya sudah kuat, seperti petarung, kuda-kuda kita akan mantap. Apa itu prinsip? Adalah pemahaman, pengetahuan2 terbaik.

2. Tabahnya hati.
Lantas, setelah prinsipnya kuat, bersiaplah untuk melangkah ke pijakan kedua, yaitu tabah. Apa itu tabah? Tegar, teguh, mantapnya hati. Jika pijakan ini luar biasa mantapnya, maka kita bisa tersenyum apapun yang terjadi. Tidak mudah mendapatkan pijakan tabahnya hati ini, kita harus berlatih, berlatih dan terus berlatih. Dibujuk hatinya agar terus tabah.

3. Tekunnya usaha.
Kemudian, jika prinsipnya sudah kuat, hatinya sudah tabah, kita tiba di pijakan terakhir, yaitu tekunnya usaha. Catat baik-baik, sabar itu bukan berarti kita cuma melamun. Hei, manusia itu bukan batu. Bahkan saat yang tersisa hanyalah menunggu, kita tetap bisa ‘tekun menunggu’. Diisi waktu menunggunya dengan hal2 positif dan bermanfaat. Apalagi jika dalam kasus lain yg sabarnya membutuhkan usaha, tekunnya usaha bisa berupa kita terus mencoba cara2 baru yang lebih baik dan kreatif, belajar dari orang lain, terus berusaha.

Sekali tiga pijakan ini mantap. Dalam kasus apapun, tiada yang bisa menaklukkan rasa sabar kita. Apapun masalahnya, apapun ujiannya, come on, tidak mengapa, kita sudah siap. Karena kita sudah punya (i) kuatnya prinsip, (ii) tabahnya hati, dan (iii) tekunnya usaha.

Terakhir, jangan lupa lengkapi dengan mahkotanya: senantiasa berdoa dan bersyukur. Genap sudah jurus pamungkasnya.
*Tere Liye

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply