PUTUS ASA: Junta Militer Mesir, Menyerang Moralitas Ikhwanul Muslimin dan ProMoursi

PUTUS ASA: Junta Militer Mesir, Menyerang Moralitas Ikhwanul Muslimin dan ProMoursi

Junta Militer di Mesir, benar-benar kebingunan bagaimana memecah gelombang manusia pro Moursi. Isu-isu negatif pun ditebar:

1. Pro Moursi = Teroris.
Tuduhan yang jelas tak laku. Demonstran pro Moursi adalah orang-orang yang tertib, damai, menjaga ketertiban. Bahkan dilaporkan, di titik-titik konsentrasi massa, para penjual makanan dan minuman membiarkan saja gerobak-gerobak jualannya di tengah hiruk pikuk massa. Ia hanya menuliskan harga dan sebuah kotak uang. Si empunya pergi shalat atau fokus memperhatikan orasi, tanpa takut kehilangan barang dagangan atau dicuri para pendemo. Jika masalah uang saja demikian amanah, apalagi masalah nyawa atau membuat keonaran yang merupakan tipe perilaku teroris.

2. Pro Moursi melakukan transaksi seks dengan wanita-wanita pengungi Syiria di Mesir sebesar 50 Pound (Rp. 100.000)

Gosip murahan ini disebar, sekali lagi untuk mencoreng nama baik demonstran pro Moursi dan jamaah Ikhwanul Muslimin. Persis seperti dikatakan para ahli hukum. Jika suatu sangkaan/dakwaan hukum lemah, maka akan diangkat sisi moral terdakwa/tersangka. Karena memang, di lapangan hal itu sama sekali tidak terjadi.

Ikhwanul Muslimin sangat memuliakan wanita (kaum hawa). Mereka dijaga ketat agar tidak disusupi makhluk asing yang tidak dikenal. Para lelakinya pun sangat kental dengan nuansa syar’i: ghaddhul bashar (menjaga pandangan) bahkan sudah menjadikan berbincang dengan non mahram di belakang hijab.

3. ProMoursi menebar berita-berita bohong.

Isu ini sengaja diblow up, agar masyarakat menjadi tidak yakin dengan berita-berita yang berasal dari pro Moursi. Padahal kita paham, hampir seluruh media milik IM atau yang proMoursi sudah dibreidel oleh Junta Militer. Satu-satunya media yang efektif adalah medsos, seperti FB, twitter, youtube, dll.

Dalam keadaan tegang dan jumlah massa jutaan demonstran, sangat wajar bila terjadi misskomunikasi. Namun itu tidak serta merta menjadikan berita dari proMoursi atau IM adalah menebar kebohongan.

Lain halnya dengan media pro kudeta. Hal yang sudah jelas saja, dijungkirbalikkan. Fakta-fakta yang ada ditutupi. Bahkan beberapa wartawan media yang menyiarkan Live ditangkapi. Tujuannya, membungkan keadaan dan mengaburkan kejadian sebenarnya di lapangan.

Jadi, bagi kita yang hanya mengandalkan internet sebagai sumber, harus banyak bertanya kepada pihak-pihak yang berkompeten. Supaya kita tidak bias, terdorong menganggap fitnah sebagai fakta, atau sebaliknya.

Bandung: 00:32; 15/07/13
By: Nandang Burhanudin

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply