Posisi Duduk Dalam Shalat

Posisi Duduk Dalam Shalat

Shalat adalah bentuk ibadah yang dikategorikan ibadah mahdhah (khusus). Oleh sebab itu, tata cara  pelaksanaannya mesti mengikuti contoh dan tuntunan Rasulullah SAW. Hal ini sebagaimana sudah dijelaskan dalam Hadits riwayat Malik bin al-Huwairis, Rasulullah SAW bersabda; Artinya: “Shalatlah kamu sekalian se-bagaimana kalian melihat aku melakukan Shalat, apabila (waktu)  Shalat telah tiba, maka, hendaklah salah seorang diantaramu mengumandangkan adzan, dan  hendaklah orang yang lebih tua diantaramu menjadi imam.” (HR al-Bukhari, bab al-Adzan li al-musafiri idza kaanu fi jamaa’ah)

Dalam shalat, ada beberapa posisi duduk dalam shalat. Yaitu duduk tahiatul awal, duduk tahiatul akhir, duduk di antara dua sujud dan duduk sebentar (istirahat) saat kita akan berdiri setelah sujud. Untuk itu, bisa di kategorikan dua macam posisi duduk dalam shalat. yaitu sebagai berikut.

Posisi duduk dalam shalat

 duduk tahiatul awal, duduk tahiatul akhir, duduk di antara dua sujud dan duduk sebentar (istirahat) saat kita akan berdiri setelah sujud

Pertama
Duduk Iftirasy, duduk iftirasy adalah duduk dengan cara duduk di atas telapak kaki kiri dan telapak kaki kanan ditegakkan. Jari-jari kaki baik yang kiri dan yang kanan di tekuk dan diarahkan kearah depan/kiblat. Duduk Iftirasy ini di lakukan saat tahiatul awal, duduk diantara dua sujud dan duduk sebentar setelah sujud sebelum berdiri.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila kamu sujud, sujudlah dengan meletakkan semua anggota sujud, dan jika kamu bangkit untuk duduk, duduklah dengan bertumpu pada kakimu yang kiri.”
(HR. Bukhari dan Baihaqi)

Kedua
Duduk  Tawarruk, duduk tawarruk adalah duduk dengan cara memajukan kaki kiri di bawah kaki kanan dan menegakkan telapak kaki kanan. Jari-jari kaki baik yang kiri maupun yang kanan di tekuk dan diarahkan kearah depan/kiblat. Duduk tawarruk di lakukan saat tahiatul akhir.

Selain duduk Iftirasy dan duduk tawarruk, ada juga posisi duduk Iq’a.

Posisi duduk Iq’a ini hanya dilakukan saat duduk diantara dua sujud atau duduk istirahat setelah sujud. Posisi duduk Iq’a bisa kita lakukan kadang-kadang saja, yang utama tetap posisi duduk Iftirasy.

Thawus pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang iq’a. Ibnu Abbas menjawab: “Itu Sunah.” (HR. Muslim dan Abu Daud)
Ada dua cara duduk iq’a:

1.    Kedua kaki ditegakkan, lalu digabungkan, kemudian duduk di atas tumit. Jari-jari kaki tetap di tekuk ke depan/kiblat.
2.    Kedua kaki dibentangkan, digabungkan, kemudian diduduki. Untuk iq’a kedua, jari kaki tidak bisa di tekuk ke depan.

Duduk Iq'a

Rasulullah SAW duduk diatas telapak kakinya. (HR. Bukhari)

Semoga dengan ini kita lebih mengerti bagaimana posisi duduk dalam shalat, betulkan dari hal kecil.

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply