Merenungi Maulid Nabi Muhammad SAW

Merenungi Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid nabi muhammad saw
Assalamu alaikum wr wb
Bismillahirrohmaanirrahiim. Alhamdu lillahi robbil a’lamiin. Washolaatu wasalaamu a’la asrofil anbiyaa-i wal mursaliin. Sayyidinaa wamaulana Muhammadin. Wa ‘ala ash-haabi ajmain.

Qolallahu ta’ala fil qur’anil kariim, audzubillahi minasyaithoni rojim. Laqod kaana lakum fii rosulillahi uswatun hasanah liman kaana yarjullohi wal yaumil akhir wadzakarollohu katsiiro

Tiada yang lebih pantas untuk disampaikan, kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah SWT atas kemurahan-Nya, hingga saat ini kita semua masih mendapatkan nikmat iman dan Islam. Semoga kedua nikmat terbesar ini dapat kita raih hingga akhir hayat kita. Amin, ya robbal alamin.

Shalawat dan salam semoga tetap atas Rasulullah Muhammad SAW, manusia terbaik. Teriring doa semoga kita selalu dapat meneladaninya. Amin.

Di bulan Rabi’ul Awal ini merupakan bulan kelahiran manusia pilihan Allah SWT, yakni Nabi kita Muhammad SAW. Beliau merupakan manusia paling terhormat yang memiliki akal dan ahlak yang paling sempurna. Kenapa Allah menciptakan demikian? Sebab kelahiran dan kehadiran Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kesempurnaan itu dimaksudkan untuk menjadi panutan dan suri teladan bagi seluruh umat manusia di dunia ini.

Selain itu, tanggal 12 Bulan Rabi’ul Awal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah adalah bulan penuh cahaya, sebab cahaya atau nur Muhammad itu telah diciptakan Allah sebelum Nabi Adam AS diciptakan, bahkan sebelum alam semesta ini pun diciptakan. Cahaya Nabi Muhammad SAW diciptakan dari nur Allah, dan dari cahaya Nabi Muhammad SAW, Allah menciptakan alam semesta ini. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits qudsi atau firman Allah yang tidak ditulis dalam al-Qur’an :

 

لولاك لولاك يا محمّد ما خلقتُ الأفلاك

Seandainya tidak karena engkau. Seandainya tidak karena engkau Wahai Muhammad, tentu Aku (Allah) tidak akan menciptakan alam semesta ini.

Oleh sebab itu, mari kita jadikan Bulan Rabi’ul Awal sebagai bulan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang kita cintai dan tentunya kita bisa mengambil pelajaran berharga dari sejarah kehidupannya. Berapa banyak anak anak muslim yang tidak mengetahui kehidupan Nabi Muhammad SAW dan para shahabatnya. Mereka tidak mengetahui nama nama keluarga Nabi Muhammad, mereka justru lebih mengenal keluarga artis apalagi artis idolanya.

Anak-anak muslim sekarang banyak yang tidak mengenal nama nama tokoh Islam dan para pahlawannya, anak-anak muslim sekarang lebih hapal nama-nama tokoh film kartun. Akibatnya mereka tidak dapat membedakan mana yang mesti di jadikan TUNTUNAN DAN MANA YANG MENJADI TONTONAN, tidak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, tidak dapat membedakan mana orang yang baik dan mana orang yang jahat.

Apakah sifat yang demikian ini termasuk orang-orang yang mencintai nabinya?.  Sementara Allah SWT telah mengingatkan kepada kita semua dalam surat Ali Imran ayat 31 dan 32

“Qul in kuntum tuhibbuuna allaaha faittabi’uunii yuhbibkumu allaahu wayaghfir lakum dzunuubakum waallaahu ghafuurun rahiimun ; qul athii’uu allaaha waalrrasuula fa-in tawallaw fa-inna allaaha laa yuhibbu alkaafiriina.”

Jika kamu sekalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang;  Taatilah Allah dan Rasul-Nya, jika kamu sekalian berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.

Jika kita perhatikan kehidupan saat ini, sudah banyak terjadi krisis keteladanan, krisis kejujuran dan juga krisis akhlak. Baik itu dalam keluarga, masyarakat umum, maupun dalam dunia pendidikan. Marilah kita mulai menjadi figur yang patut diteladani oleh keluarga dan masyarakat di mana pun kita berada. Karena apabila kita telah kehilangan keteladanan, kejujuran dan akhlakul karimah, akibatnya kehidupan ini akan kacau balau, tidak tenang, saling iri, saling dendam dan sebagainya. Sehingga pantaslah Nabi Muhammad SAW bersabda:

لسان الحال أفصح من لسان المقال

Contoh nyata lebih utama dari pada banyak bicara.

Hal ini juga dijelaskan dalam hadits:

خير النّاس أنفعهم للنّاس

Sebaik-baik manusia adalah orang yang paling banyak kontribusinya terhadap masyarakat.

Sebagai renungan Maulid Nabi Muhammad SAW, marilah kita merenung sejenak dengan syair al-I’tirof / pengakuan banyak dosa.

1. إلهي لست للفردوس أهلا # ولا أقوي علي النّار الجحيم

2. فهب لي توبة واغفر ذنوبي # فإنّك غافر الذّنب العظيم

3. ذنوبي مثل عدد الرّمال # فهب لي توبة ياذاالجلال

4. وعمرى ناقص في كلّ يوم # وذنبي زائد كيف احتمال

5. إلهي عبدك العاص أتاك # مقرّا بالذّنوب وقد دعاك

6. فإن تغفر وأنت لذاك أهل # وإن تترد فمن نرجو سواك

1. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami tidak pantas sebagai penghuni Surga Firdaus, namun kami tidak akan kuat menempati Neraka Jahim.
2. Oleh karena itu, terimalah taubat kami dan ampunilah dosa-dosa kami, sebab sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Maha Pengampun.
3. Wahai Tuhan Yang Maha Mulia, dosa dosa kami laksana bilangan pasir di gurun sahara, semoga kiranya Engkau berkenan menerima taubat kami.
4. Jatah umur kami setiap hari semakin berkurang, sedangkan dosa dosa kami justru makin bertambah. Bagaimana mungkin kami mampu memikulnya.
5. Wahai Tuhan kami, hambamu yang suka bermaksiat ini bersimpuh keharibaanmu seraya mengakui dosa-dosa yang sudah diperbuat dan memohon ampunanmu.
6. Seandainya Engkau berkenan mengampuni dosa-dosa kami, maka sesungguhnya Engkau adalah Maha Pengampun; dan seandainya Engkau menolak permohonan kami, maka kepada siapa kami memohon ampunan.

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dan sebagai momentum untuk mengenang jasa jasa Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan umat Muslim untuk menuju jalan kebaikan yang diridhoi oleh Allah SWT  dengan cara meningkatkan rasa taqwa kita terhadap Allah SWT. Memelihara nilai-nilai toleransi antar umat beragama dengan agama lain agar tercipta keharmonisan antar masyarakat, namun tetap tidak terpengaruh dan ikut ikutan dari ajaran ajaran agama lain.

Billahi taufiq wal hidayah wassalamu alaikum wr wb.

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply