Mencari Makna Dunia Di Tangan Dan Akhirat Di Hati

Mencari Makna Dunia Di Tangan Dan Akhirat Di Hati

“Guru, mengapa dinasehatkan agar kita meletakkan dunya di tangan dan akhirat di hati? Apakah maksudnya?” Tanya seorang murid kepada Guru pada malam indah seusai hujan sepanjang sore di selatan Jakarta.

“Tahukah kalian mengapa nasehat itu berbunyi demikian?” Tanya Guru. Para murid menggeleng pertanda tidak tahu apa maknanya.

“Tidak tahu, Guru. Jelaskanlah kepada kami.” Kata seorang murid lainnya.

“Dunya di tangan itu artinya tidak ada yang bisa kalian lakukan selain harus bekerja meniatkannya, menggapainya dan menguasai memilikinya.

Dunya di tangan bermakna bahwa engkau memang bisa memperhatikannya, menyukainya, bersenang-senang dengannya bahkan ‘merasa cukup’ dengannya,

dan

Dunya di tangan juga bermakna bahwa apa yang kau peroleh itu bisa diambil orang lain dari tanganmu. Atau tidak pernah bisa engkau raih sekalipun, atau hanya sesaat saja engkau dapatkan, lalu kau mungkin akan kecewa dengan yang berlepas dari tanganmu, tapi ingatlah bahwa harusnya TIDAK MEMPENGARUHI hatimu, tidak mengubah rasa cintamu kepada Allah apalagi mengubah arah jalan hidupmu menujuNya, baik kala dunya berpihak dan ada di tanganmu, atau berlepas semuanya darimu.”

“Dan tentang akhirat di hati, bagaimana Guru?” Tanya seorang murid lainnya.

“Pahamilah dulu kata-kataku barusan. Resapi dan perhatikan dan rasakan baik-baik dulu. Nanti kalian akan menemukan sendiri apa makna kalimat bijak tentang akhirat di hati. Ini jauh lebih luas dan dalam daripada yang aku jelaskan tentang dunya di tangan barusan.”

~ IH 09062013 @ bumi Depok – sebab Hidup adalah Cinta

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply