Harapan Pada Raja Salman

Harapan Pada Raja Salman

raja salman

raja salman

Tadinya kita berharap ada perubahan arah politik LN Saudi Arabia, sepeninggal Raja Abdullah. Namun nampaknya, suasana geopolitik di Timur Tengah tidak mengizinkan Raja Salman untuk berbuat banyak.

1. Konsistensi UE dan AS sebagai bidan dan otak kudeta di Mesir, yang terus tutup mata pada kebiadaban Jenderal As-Sisi. Sebagai konpensasi, UE menjadikan Mesir sapi perah. Salah satunya Perancis meraup 25 Milyar Dollar dari penjualan 26 pesawat tempur yang sudah tua. Uni Eropa nampak tak mau rugi, kemiskinan yang melanda Eropa menjadikannya sangat tergantung dengan “kemurahan hati” Israel yang memiliki banyak proyek termasuk dari Iran, negeri yang di media nampak bermusuhan.

2. Kemunculan ISIS di Irak-Syiria, kemudian pemberontak Syiah Hautsi di Yaman, serta tanzhim Al-Qaida dengan baju ISIS di Libia, menjadikan As-Sisi memegang kartu As. Raja Salman dihadapkan pada fakta, tak ada lagi negara Arab yang memiliki prajurit dengan jumlah besar selain Mesir. Maka dukungan terhadap As-Sisi menjadi sebuah tawar menawar politik, demi meredam laju Syi’ah Hautsi di Yaman dan ISIS di Irak-Syiria yang tiada lain menjadi ancaman terdekat bagi Saudi Arabia.

Mesir di era As-Sisi benar-benar berubah 180 derajat. Dari penyeimbang konflik Palestina-Israel, menjadi pendukung kuat Yahudi. Dari negeri yang menjadi ibu bagi semua negara Arab. Kini malah menjadi ibu tiri kejam yang siap menyerang negara Arab manapun yang tidak seide dengan junta kudeta. Terbukti Mesir sejak era Sisi berani menyerang Libia, dengan pesawat-pesawat tempur, melakukan pengeboman, hal yang tidak pernah dilakukan terhadap Israel pasca 1973.

3. Stabilitas di dalam negeri Saudi Arabia sendiri, seiring dengan pemecatan para pejabat dan pangeran yang dipilih mendiang Raja Abdullah. Raja Salman nampak masih belum yakin, anasir-anasir prokudeta di Mesir benar-benar bersih. Terlebih tekanan AS-Inggris yang diketahui bersama, bersama Iran-Israel berada di balik semua kehancuran negara Sunni di Timur Tengah.

Saat harapan itu pudar. Maka tak ada pilihan selain menengadahkan tangan memohon kepada Allah yang Maha Ghaffar. Semoga para pendukung kudeta di Mesir terutama dari kalangan yang mengaku paling Syariah dan paling berakidah lurus, benar-benar sadar. Sebagaimana sadarnya hati orang-orang yang sangat antidemokrasi, atau lebih memilih peran negasi aktif untuk segera bergerak, menjadi penguasa negeri-negeri Muslim.

Harapan Pada Raja Salman
By: Nandang Burhanudin

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply