Gaya Wanita Saat Berkendara (2)

Senin, 29 November 2010

Gaya Wanita Saat Berkendara (2)

Posisi Duduk yang Tepat

Ini yang menjadi kebiasaan pengendara wanita di Indonesia, posisi duduk terlalu dekat dengan setir. Bagaimana mengukur posisi duduk yang tepat agar tetap aman saat berkendara?

● Cara yang mudah yaitu dengan cara meletakkan tangan kanan di atas setir (searah jarum jam 12) dan tangan kiri memegang setir bagian kiri (searah jarum jam 9). Jika setir atas belum mengenai pergelangan tangan kanan, itu artinya posisi Anda masih terlalu jauh dari setir. Jadi, segera majukan posisi jok Anda.

● Jika Anda merasa posisi duduknya sudah benar, coba cek sekali lagi dengan cara menyilangkan kedua tangan (tangan kanan mengarah jarum jam 9 dan tangan kiri mengarah jarum jam 3) sehingga masing-masing membentuk sudut 90 derajat.

Berkendara Saat Banjir

Harus tahu dulu, apakah mobil Anda didesain untuk bisa menembus banjir atau tidak. Berdasarkan prosedur defensive driving  (DD), sebenarnya tak diperkenankan menerabas banjir (salah satu prosedur DD, selalu memandang jauh ke depan sehingga bisa lebih awal mengetahui dan mengantisipasi). Namun, jika tak ada alternatif lain dan banjirnya tak lebih dari 25-30 cm, sesuaikan gigi kendaraan.

Pakai gigi persneling terendah dengan RPM di bawah 2.000. Jangan menggas kencang, cukup 1/2 kopling saja (cukup di posisi D atau L). Jalankan mobil dengan pelan saat memasuki banjir. Rem sedikit (jika menggunakan rem kombinasi) untuk mencegah air masuk ke knalpot dan saat keluar dari banjir, rem bisa langsung digunakan lagi.

Pria Vs Perempuan

“Aduh, pantas saja, yang nyetir cewek, sih!” Ungkapan ini seringkali dilontarkan para pengemudi saat melihat ada seorang pengendara mobil perempuan terbelit masalah lalin. Paradigma bahwa pengendara pria mengendarai mobil lebih baik daripada perempuan, menurut Tato, tidaklah benar. JIka dilihat lebih saksama, perempuan justru lebih mau mematuhi aturan dan peraturan.

“Mungkin karena belum tahu bahaya mengemudi ketika melakukan hal-hal tertentu, seperti berdandan saat nyetir  karena buru-buru ke kantor, misalnya. Pria justru gengsinya lebih tinggi, merasa mampu melakukan segala sesuatu dengan benar. Perempuan sebenarnya lebih mau terima masukan dan nasihat, juga lebih multitasking dibanding pria. Multitasking  bukan berarti bisa mengerjakan dua pekerjaan bersamaan, tapi fokusnya pada pekerjaan yang berbeda, lebih cepat orientasinya dibanding pria. Jadi sebenarnya tak ada masalah pada perempuan saat berkendara,” ujar Tato.
Ester Sondang

thread saya di forum nova

 

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply