Gadis kecil yang terbang tinggi

Gadis kecil yang terbang tinggi

Setahun yang lalu , saat itu saya masih bekerja di sebuah Restoran fastfood sebagai pelayan. Seorang ibu tiba tiba mendatangi saya, dia mengaku kenal dengan saya dan pernah bertemu dengan saya. Saya sendiri jujur tidak mengenalinya, akhirnya ibu tersebut menjelaskan dimana dia merasa pernah bertemu saya. Sebuah Rumah Sakit Pusat Nasional Negeri ini.

Saya hanya bisa termangu waktu itu, tidak bisa berkata apa apa. Ingatan saya kembali ke tiga tahun sebelumnya di mana saya memang sering terpaksa ke sana sampai akhirnya saya hentikan karena vonis yang membuat saya shock, dan juga biaya yang saya keluarkan tidak seimbang dengan penghasilan saya waktu itu sebagai seorang pelayan.

Ibu itu mengenalkan pada saya Dua orang putrinya yang  bersemangat  memakan ‘burger’ mereka sambil bercanda. Satu anak memakai pakaian muslim berwarna kuning gading lengkap dengan jilbabnya berusia sekitar 7 tahun dan seorang lagi memakai baju muslim berwarna pink dengan jilbab di lepas tergeletak di atas meja, gadis kecil itu berusia sekitar 5 tahun, sedang lucu lucunya untuk seorang anak, bercanda riang dengan kakaknya seakan tidak memiliki beban apapun,berbeda dengan ibunya yang terlihat lelah. Gadis kecil itulah alasan kenapa sang ibu mengenali saya.

Sejak bayi, gadis kecil itu sudah harus mengikuti perawatan di Rumah Sakit tersebut di bawah departemen khusus bernama departemen Thalassaemia. Thalassaemia Mayor. Awalnya perawatan di lakukan dua bulan sekali untuk mendapatkan “isi ulang” / transfusi karena itulah satu satunya yang bisa membuatnya bertahan,tapi ketika bertemu saya sang ibu memberi tahu bahwa gadis kecil itu sekarang harus mendapat “isi ulang” dua minggu sekali dan itu dengan biaya yang tidak sedikit. Untunglah ada sebuah yayasan yang di khususkan untuk membantu penderita Thalassaemia Mayor baik dari biaya maupun aktivitas sehingga mereka tidak merasa sendiri dan tetap berjuang dan mencoba bertarung melawan waktu walau suatu saat waktu juga yang akan mengakhiri

Ibu itu akhirnya pamit membawa dua anaknya, masih terbayang di mata saya gadis kecil memakai baju pink melompat dari atas kursi dipegangi ibunya, meloncat loncat riang sambil memberikan jilbabnya dan menolak ketika sang ibu mencoba memasangnya kembali, menatap saya sebentar dengan matanya yang bundar, mukanya yang lucu, tingkahnya yang menggemaskan, tetap riang dan tanpa beban meskipun “mungkin“tidak akan pernah merasakan Dewasa.

===
Beberapa hari yang lalu saya mendapat kabar dari teman saya, Gadis kecil itu telah pergi, terbang tinggi menemui yang menciptakannya. Terbayang kembali di mata saya matanya yang bundar, mukanya yang lucu dan tingkahnya yang mengemaskan tanpa beban meski akhirnya harus tetap menyerah. Waktunya sudah berakhir.

Ya Allah semoga engkau menjadikannya bidadari di surgaMu,menjadi penolong bagi orang tuanya, terutama ibu yang selalu menemaninya kemanapun dia pergi dan kakaknya yang bahkan merelakan sekolahnya untuk menemaninya bermain, Ya Allah berilah kekuatan kepada ibunya untuk tetap tabah dan menjalani hidup di jalanMu, karena ku akui Ya Allah, banyak di antara kami yang mencercaMu dalam hati di tengah keputusasaan, mempertanyakan keadilanMu, mengapa Kau menjadikan keluarga kami bagian cobaan ini. Ya Allah , ampunilah kami, kesalahan kami, dosa dosa kami, cercaan kami, pertanyaan kami. Dan masukanlah kami dalam umatMu yang engkau ridhoi.

Selamat jalan Gadis kecil…Terbanglah tinggi…Suatu saat kami pun pasti menyusulmu…Sampai bertemu lagi…Sampai bertemu lagi

Jakarta, 1 Desember 2011
Didedikasikan untuk seorang gadis kecil yang di renggut Thalassaemia.

Penggalangan Dana Online dengan Marimembantu.org

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply