Adakalanya Diam Tanda Kebesaran Hati Kita

Adakalanya Diam Tanda Kebesaran Hati Kita

Hari itu seorang akhwat menulis sesuatu di wall dia dan tag nama saya dan seorang lainnya. Dia mempertanyakan hal sederhana bernama ukhuwah yang indah seperti dulu yang dirindukannya.

Lalu sang seorang lainnya itu berkomentar yang bernada membela diri dan melakukan ‘pembelaan diri’ atas kedzoliman yang dilakukan seseorang (baca: saya) kepadanya. Lalu memakai bahasa ‘kami’ lagi seakan cari ‘teman’ pembenaran sikapnya. Halah… Saya seorang praktisioner NLP yang paham bahasa2 yang biasa dipergunakan pecundang untuk menunjukkan EGO dirinya. Prettt!

Meski saya punya hak jawab yang seimbang di sana, saya memilih diam tidak terpancing dengan ke keukeuhan seorang itu dalam kasusnya dulu. Ini membuat si akhwat pemilik akun itu bingung sendiri ada apa sebenarnya yang sedang terjadi? Dia lalu mencoba cari tahu tapi saya tetap tidak bergeming dan tidak mengatakan apa-apa juga ada saksi dalam hal ini. Sang saksi lalu ditanya oleh si akhwat dan sama seperti saya, menyarankan agar tidak usah dipermasalahkannya. Percuma ingin tahu ‘aib’ orang lain.

Buat apa?

Bukankah kita masing2 punya aib sendiri-sendiri yang harus kita maintenance agar tidak liar lepas dari kandang lalu melompat pagar dan menggigit orang lain di jalanan?

Buat saya pribadi, sungguh TIDAK PENTING mempermasalahkan apa-apa yang cukup menjadi catatan perjalanan hidup kita apalagi bila sampai diketahui orang banyak. Meski saya punya transkrip percakapan dengan seorang lainnya itu hingga sebenarnya bisa ditelusuri siapa yang lebih error dalam masalah ini, saya tidak gegabah bicara aib orang lain sembarangan. Kepercayaan itu mahal dan tidak sembarangan saya share. Semakin ngotot ingin tahu, semakin saya anggap black list orang itu dari derajat orang yang bisa dipercaya. Dan itu bukan arsip tunggal. Ada arsip-arsip masalah orang lain yang menjadi arsip kehidupan dan jadi pembelajaran saya sebagai seorang terapis. Tujuannya adalah untuk MENCEGAH agar keburukan tidak berulang kembali ke orang lain, agar ditemukan SOLUSI terbaik meski menyakitkan sekalipun dan agar kita BERFOKUS MENJADI PRIBADI-PRIBADI BERMANFAAT, TERDEPAN, TERHORMAT dan MULIA di dunya dan akhirat kelak.

Dan kesadaran kita terindah adalah kita akan tetap berusaha memperbaiki kehidupan ini meski tetap akan patuh dengan kehendak Allah apapun itu tentang baik buruknya nasib, hidup, kebahagiaan hidup seseorang kini dan esok. Buat saya, memberi tahu bahwa seseorang BERBAKAT begini begitu di masa depan, itu sudah cukup. Bila nasehat saya tidak digubris, no problemo. masih banyak case yang saya tangani dan butuh solusi. Maka ada kalanya diam adalah tanda kebesaran kita untuk sesuatu rencana Allah yang sedang terjadi entah itu menyenangkan atau akan sangat menyakitkan hidup yang ada disana. Pilihan hidupmu adalah masa depanmu.

~ IH – 21052013 @ bumi depok – sebab Cinta selalu bicara tentang hati kita

Perumahan Syariah

Advertisement

No comments.

Leave a Reply